Tolong matikan adblock dan script blocker Anda untuk melihat halaman ini.

─̶─Jika ingin meng-COPY tolong sertakan sumber :D─̶─


Penerjemah : D.Blank13th


Chapter 4

1÷1=Companionless

Part V


Keputusan cepat─̶─“Mundur Pertarungan”─̶─apapun selain itu tidak memiliki kesempatan untuk menang, itulah kesimpulan yang ShuVi raih.

Semua persenjataan yang disebarkan memancarkan elemental pekat ultra-tinggi dalam bentuk partikel, sekaligus.

Jika makhluk hidup normal─̶─contohnya elf bahkan cuma menyentuhnya, itu akan jadi kematian pasti karena jumlah element yang ditekan, dan─̶─

“─̶─<Over Boost>─̶─!”

“Penguapan”─̶─disaat itu dimulai, ShuVi menghilang dari penglihatan Jibril.

Akselerasi super, dicapai dengan memberikan kelangsungan dan sebuah ledakan dorongan ke elemental pekat ultra-tinggi. Element ledakan, sementara melepaskan sejumlah besar [tulang elemental], dan menaikkan banyak debu dan konstaminasi─̶─dengan mudah menghancurkan dinding fisik.

Itulah apa yang Ex-Machina gunakan, sebenarnya adalah ras yang tidak bisa menggunakan sihir, sebuah penggunaan paksa seperti mesin dari “sihir”.

ShuVi bergerak dengan fitur yang setara disebut dengan Pergerakan Instan─̶─tapi.

“...Jangan bilang, kau benar-benar berpikir kalau kau bisa melarikan diri dariku hanya dengan ini, kan?”

Menghapus jaraknya melalui Teleportasi Ruang [Shift], dan berputar mengelilinginya, Jibril menghina.

Seolah mengolok-olok, seolah hanya bermain-main─̶─Jibril mengayunkan pedang cahaya yang menghancurkan gunung-gunung, tapi.

Didalam hatinya─̶─ShuVi menjawab pertanyaan itu.

─̶─Tidak mungkin aku dapat berpikiran begitu.

“─̶─Recht-Harnas [Persimpangan Medan]─̶─“
(TL Note: Dalam bahasa Belanda artinya “Armor yang Tepat”, tapi kanjinya memiliki arti Persimpangan Medan.)

Dia mengarahkan elemen pekat ultra-tinggi dari akselerasi sebelumnya, kepada pedang cahaya yang akan datang yang tidak bisa ditahan, dan menguapkannya─̶─dengan kata lain.

Kekuatan yang mengalahkan fisik itu, menguap tanpa kelangsungan─̶─ini menjadi serangan pertahanan.

Dengan menghilangkan banyak dorongan elemental pekat ultra-tinggi dan mengubahnya menjadi tulang elemental, itu memperluas partikel pada permukaan lapisan.

Dengan cepat, kejut dan energi itu meluas seolah mencongkel bumi…

─̶─Hanya dengan skala kekuatan itu sudah cukup untuk menghapus kota kecil namun─̶─

“Nah itu baru masalah…sebuah senjata yang menyebarkan tulang elemental, kamu benar-benar bukan mesin lembut dengan wilayah, huh…”

─̶─Recht-Harnas─̶─pertahanan ShuVi terhadap konstaminasi tulang elemental yang dapat menghapus banyak makhluk hidup, dipotong oleh gerakan Jibril yang seolah menyingkirkan debu, sambil dengan bosan mengomentarinya.

Sudah kuduga, ShuVi menegaskan itu dalam hatinya. Bagaimanapun dia Flugel, meskipun mereka lahir dengan sihir dari Artosh, jika sesuatu seperti tulang elemental yang mengganggu sihir, membuat kontak langsung dengan tubuh mereka, itu akan jadi racun bagi mereka─̶─!

“Tapi apa kamu pikir sesuatu seperti ini cukup untuk melakukan sesuatu padaku─̶─huh?”

Melihat ke arah serangan berwarna biru cerah yang sudah dipotong, Jibril merasa bermasalah karena sosok ShuVi tidak ada disana.

Didalam hatinya─̶─ShuVi sekali lagi menjawab pertanyaan itu.

─̶─Tidak mungkin aku bisa berpikiran begitu.

Pada saat yang sama dia mengaktifkan Recht-Harnas, dia mengaktifkan <Over Boost> dan memutuskan untuk mengambil jarak tertentu.

─̶─Dari awal sebuah Ex-Machina sederhana mengalahkan seorang Flugel itu, hampir mustahil.

Perubahan astronomis─̶─bahkan jika keajaiban terjadi dan itu berhasil, itu akan bertentangan dengan <Aturan> yang Riku tetapkan.

Kemenangan dengan mundur pertarungan. Kondisi kemenangannya, hanya satu─̶─[kabur].

“─̶─<Lossen>─̶──̶─Einde-Pocrifen [Epigrafi Tiruan – Raungan Naga Sejati]─̶─!”

Dulu saat Ex-Machina berperang─̶─untuk ShuVi yang mencuri kampung halaman Riku, ini adalah senjata yang tercela.

Daya tembak terbesar yang ShuVi miliki yang meniru serangan terkuat Aranreiv Far Cry [Raungan Kejatuhan], akan menangkap Jibril.

Badai tulang elemental yang mengotori dunia akan meledak nanti─̶─di dalam

Mulut meriam cahaya mulai berkumpul.

Jibril membalikkan matanya kepada cahaya yang akan datang, dan tertelan dalam cahaya itu─̶─

─̶─,

ShuVi meminta maaf pada Riu dalam hatinya. Karena perlu membenarkan peta.

─̶─Serangan Einde-Pocrifen, pada saat yang sama itu mengenai Jibril secara langsung─̶─itu mengubah daratan.

Sesaat itu mengenai target itu meledak berwarna merah dan menguapkan segalanya, meyeret sebuah kerak skala kecil, dan dengan sebuah panas ultra-tinggi dari ribuan derajat, mencapai cakrawala…

Bahkan jika itu Draconia, mustahil untuk mendapat pukulan langsung dan berakhir tanpa luka; itu memiliki kekuatan yang cukup untuk mengubah bentuk bintang.

Tapi, ShuVi tidak memikirkan dia adalah lawan yang dapat dikalahkan hanya dengan itu

“─̶─Eensweg─̶─!”

Pada saat yang sama dia mengkonfimasi ledakan, ShuVi mengaktifkan persenjataan.

Itu adalah Shift (Teleportasi Ruang) yang digunakan oleh penetralan Fl├╝gel dan Elf, dirancang oleh Ex-Machina – “Space Disruptor (Pengganggu Ruang)”

Lubang dari ruang hancur itu benar-benar sebuah Jalan Satu Arah yang ditelan tubuh ShuVi, dan menutup.

Jika dia melompat ke jarak yang mustahil dirasakan bahkan Jibril tidak akan megejar.

Tapi jarak yang bisa dilompati dengan Eensweg paling jauh 100km─̶─jarak yang sama untuk Jibril dapat rasakan, dan bahwa dia bilang tidak ada reaksi Ex-Machina dalam jarak itu. Jika setelah melompat dia memotong ini lagi─̶─

“OYA? KEMANA KAU PERGI?”

Pikiran ShuVi berhenti.

Di pertengahan 0,000046 detik sebelum ruang hancur menutup, waktu tidak mencukupi.

Jibril memasukkan tangannya ke ruang─̶─dan dengan paksa, dengan hanya kekuatan kasar membukanya, dan mengintip kedalam dengan kepalanya.

Sebuah suara menggema dari neraka, sebuah wajah dengan senyum seperti topeng Noh─̶─

“Jika kau ingin lari dariku, kau tidak seharusnya menggunakan lompatan jarak jauh, tapi mendekat padaku dengan debu cahaya dan bergerak ke [sisi luar penglihatanku] sebelum itu, ok... ah, atau maksudmu itu, mungkinkah ini benar-benar itu,─̶─“

Mengulanginya di ruang yang sangat hancur oleh ShuVi─̶─dia “merobeknya” seolah tidak ada masalah.

ShuVi menyadari sebuah emosi yang tidak diketahui, bereaksi instan dengan mengubah posisi dan mulai berlari sambil menganalisis situasi.

“Apa kau benar-benar berpikir kalau serangan tadi bisa menggoresku?”

─̶─Kesimpulan─̶─ini adalah [mimpi buruk].

─̶─Part V END─̶─


Prev | ToC | Next